Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) didirikan pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta oleh Lafran Pane bersama 14 mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (sekarang UII).**
Latar Belakang Pendirian:
Masa Revolusi Kemerdekaan:
Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaan (1945), tetapi masih menghadapi ancaman kolonialisme Belanda.
Mahasiswa Islam merasa perlu wadah untuk memperjuangkan kemerdekaan sekaligus memajukan pendidikan dan nilai-nilai Islam.
RAUDATUL JANNAH [ketua umum kohati HMI tanjab barat 2025-2026] - /
"...Sesungguhnya Allah telah mewahyukan Islam sebagai ajaran yang hak dansempurna untuk mengatur kehidupan umat manusia sesuai dengan fitrahnyasebagai khalifah di muka bumi. Sebagai khalifah, manusia dituntutmemanifestasikan nilai-nilai ilahiyah di bumi dengan kewajiban mengabdikan dirisemata-mata kepada-Nya, sehingga melahirkan spirit tauhid sebagai persaksian(syahadah) untuk melakukan pembebasan (liberation) dari belenggu-belengguselain Allah. Dalam konteks ini, seluruh penindasan atas kemanusiaan adalahthagut yang harus dilawan. Inilah yang menjadi subtansi dari pesaksian primordialmanusia yang termaktub dalam syahadatain.Dalam melaksanakan peran sebagai khalifah, manusia harus berikhtiarmelakukan perubahan sesuai dengan....."
MAHDALENA - Kabid Kajian dan advokasi kohati (BADKO JAMBI) / Tanjung jabung barat
"...Berhimpun di organisasi HMI adalah sebuah kehormatan, sebuah kebanggan yang tidak semua orang dapat menjadi dari bagiannya. Kita sebagai mahasiswa, sebagai agen perubahan, sebagi generasi penerus bangsa harus mampu membawa cahaya, menjadi suara kebenaran di tengah manusia-manusia yang haus dengan kepentingan. Tatkala kita mengucapkan ikrar sebagai kader HMI sebenarnya kita sedang menegaskan komitmen untuk menjadi manusia yang berguna bagi agama, bangsa dan negara. Sebagimana komitmen perjuangan HMI yakni komitmen keislaman dan keindonesiaan. Melalui jalan sunyi penuh perjuangan, HMI terekam dalam....."
M. RAFI - Ketua Umum HMI Cabang Tanjab Barat Tahun 2025 / Kuala Tungkal
"...Menjadi bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bukan sekadar status, melainkan komitmen untuk tumbuh, berkontribusi, dan mengabdi. Sebagai kader HMI, saya bangga karena: 1. Warisan Perjuangan yang Mulia HMI adalah organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia, lahir dari semangat kemerdekaan dan keislaman yang progresif. Menjadi kader HMI berarti meneruskan estafet perjuangan para pendiri, seperti Lafran Pane dan Nurcholish Madjid, yang berperan besar dalam sejarah bangsa. 2. Proses Kaderisasi yang Membentuk Karakter HMI mengajarkan saya kepemimpinan, keilmuan, dan integritas melalui: 3......"