“Kohati Menyapa Alam: Kohati Bergerak, Alam Tersenyum.”

Tanjung Jabung Barat – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, HMI-Wati (Kohati) Cabang Tanjung Jabung Barat menggelar kegiatan bertajuk “Kohati Menyapa Alam: Menanam Mangrove & Diskusi” sebagai langkah konkret dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga menghadirkan ruang diskusi kritis terkait peran generasi muda dalam konservasi alam.
Mangrove sendiri dikenal memiliki peran vital dalam mencegah abrasi, menjaga kualitas air, serta melindungi keanekaragaman hayati laut.
Ketua Umum Kohati Cabang Tanjung Jabung Barat, Raudatul Jannah, menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan aksi nyata, bukan sekadar simbolik.
“Penanaman mangrove adalah kontribusi nyata dalam mencegah abrasi pantai, memperbaiki kualitas air, dan melindungi biodiversitas laut. Kohati Menyapa Alam adalah langkah awal yang membuktikan bahwa aksi kolektif dan diskusi intelektual dapat menjadi pendorong penting dalam merawat bumi ini untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Selain aksi penanaman, diskusi yang digelar menghadirkan akademisi, praktisi, hingga aktivis lingkungan. Forum tersebut menjadi ruang refleksi bagi para peserta untuk memahami urgensi konservasi dan mencari solusi keberlanjutan.
Generasi muda, seperti yang ditunjukkan dalam kegiatan ini, diyakini memegang peran strategis dalam mendesain masa depan yang lebih hijau.
Melalui pemahaman yang mendalam tentang tantangan lingkungan, mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mendorong kebijakan serta memengaruhi perilaku masyarakat luas.
Secara keseluruhan, kegiatan “Kohati Menyapa Alam” memberi pesan kuat bahwa penyelamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau para ahli, melainkan juga masyarakat, khususnya pemuda.
Kegiatan semacam ini diharapkan menjadi inspirasi bagi organisasi lain untuk terus menggabungkan aksi nyata dengan edukasi demi menjaga kelestarian bumi.






Tinggalkan komentar