Ketua Komisariat Lafran Pane HMI Tanjab Barat, Angkat Bicara: “Wakil Rakyat Itu Bukan Penghambat Kesejahteraan Rakyat”

31
Agu 2025
Kategori : Opini
Penerbit: Admin Infokom
Dilihat :362x

Saya amat turut prihatin serta kecewa atas apa yang terjadi pada negara ini, turut berduka cita atas kepergian saudara kita yang menjadi korban kebrutalan para aparat arogan tetap memalukan nya

seseorang,jika ia di pilih rakyat untuk menghilangkan beban,Tapi Malah Menjadi Beban Kemiskinan Bukanlah Takdir Tuhan,Melainkan Kesengajaan Yang di Ciptakan Oleh Kekuasaan

Maka dari itu saya berharap Dewan Perwakilan Rakyat lebih fokus lagi dalam membina anggota nya,Dewan perwakilan rakyat (DPR) tetap memiliki Peran penting dalam sistem demokrasi indonesia, namun di perlukan nya pembaharuan menyeluruh agar dapat berfungsi secara lebih efektif dan kredibel.

Beberapa ketentuan yang di usulkan untuk menjadi syarat masuk DPR antara lain :

1. Pendidikan minimim starata 2 (S2) atau setara, guna memastikan intelektual dan kemampuan analisis anggita legislatif.

2. ⁠kemampuan bahasa asing yang terukur, dengan standar skor TOEFL minimal 500, mengingat anggota Dpr juga mewakili rakyat di ranah internasional, selain itu, anggota DPR juga harus memiliki kemampuan berbicara di depan publik dengan baik dan cerdas.

3. ⁠kesesuaian latar belakang dengan bidang komisi, sehingga anggota yang duduk di suatu komisi benar-benar memahami sektor yang diwakilinya

Demo itu sah, bagian dari Demokrasi Bagi kami rakyat kecil mungkin cuman itu tempat menyuarakan keresahan, menyampaikan aspirasi, minta di dengar Tapi apa jadinya kalau suara itu malah di bungkam dengan kekerasan?

Polisi yang katanya pengayom masyarakat, berubah jadi mesin refresif,Rakyat teriak keadilan malah disambut dengan gas air mata,pentungan, sampai tragedi nyawa seorang ojol pun ikut melayangLucu ya, demokrasi katanya hidup di negeri ini.

Tapi begitu rakyat rakyat bersuara, yang di pertontonkan justru arogansi kekuasaan, aspirasi hilang makna, kalau begini terus,apakah demokrasi negeri ini cuma kedok

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar