“Diskusi Santai Kader HMI, Menyikapi Aksi Pengeroyokan”

28
Agu 2025
Kategori : Uncategorized
Penerbit: Admin Infokom
Dilihat :191x

Suasana sore di Balai Adat Kuala Tungkal terasa hangat ketika beberapa kader HMI Cabang Tanjab Barat duduk melingkar untuk berdiskusi santai. Obrolan ini bukan sekadar perbincangan biasa, melainkan refleksi atas peristiwa pengeroyokan yang baru-baru ini terjadi di lingkungan kampus UIN Jambi.

Salah satu kader membuka percakapan dengan nada tenang, “Kita ini sama-sama berada di bawah bendera organisasi Islam, seharusnya etika kaderisasi dijaga. Kalau sampai ada kekerasan, itu artinya ada nilai yang melenceng dari tujuan dakwah dan pendidikan.” Ucapan itu disambut anggukan dari rekan-rekan lain.

Dari diskusi santai tersebut, muncul beberapa poin penting. Pertama, etika kaderisasi organisasi Islam harus kembali ditegakkan. Kaderisasi seharusnya mendidik dan membentuk karakter, bukan menjadi ajang saling menjatuhkan, apalagi menggunakan cara-cara kekerasan.

Kedua, para kader menyoroti penanaman nilai keislaman yang semestinya menjadi ruh dalam setiap gerakan organisasi mahasiswa Islam. Di kampus Islam, seharusnya nilai persaudaraan, ukhuwah, dan adab lebih menonjol. Jika kekerasan justru terjadi, berarti ada nilai-nilai yang tidak ditanamkan dengan baik atau terabaikan dalam proses pembinaan.

Ketiga, diskusi juga menyentuh kemungkinan motif di balik terjadinya pengeroyokan. Apakah murni persoalan emosional, kesalahpahaman antar individu, atau ada motif lain yang lebih besar. Kader HMI menekankan pentingnya semua pihak untuk bersikap jernih dan tidak terbawa arus provokasi, agar persoalan bisa diselesaikan dengan adil dan bijak.

Diskusi sore itu ditutup dengan kesepahaman bahwa peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua organisasi mahasiswa Islam. Bahwa persaudaraan jauh lebih mulia daripada perseteruan, dan kekerasan tidak pernah menjadi jalan yang benar dalam menyelesaikan perbedaan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar