Sejarah

Sejarah HMI

Sejarah HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) di Indonesia

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) didirikan pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta oleh Lafran Pane bersama 14 mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (sekarang UII).

Latar Belakang Pendirian:

  1. Masa Revolusi Kemerdekaan:
    • Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaan (1945), tetapi masih menghadapi ancaman kolonialisme Belanda.
    • Mahasiswa Islam merasa perlu wadah untuk memperjuangkan kemerdekaan sekaligus memajukan pendidikan dan nilai-nilai Islam.
  2. Kebutuhan Organisasi Mahasiswa Islam:
    • Saat itu, organisasi mahasiswa yang ada cenderung sekuler atau terafiliasi politik tertentu.
    • HMI hadir sebagai organisasi independen, berbasis Islam, dan berorientasi pada keilmuan serta kebangsaan.

Peran Penting HMI dalam Sejarah Indonesia:

  • Masa Perjuangan Kemerdekaan:
    • Anggota HMI terlibat dalam perjuangan fisik dan diplomasi.
    • Mendukung pemerintah Republik Indonesia melawan Belanda.
  • Era Orde Lama (1950–1965):
    • HMI menjadi oposisi kritis terhadap PKI dan mendukung Pancasila.
    • Tokoh HMI seperti Nurcholish Madjid (Cak Nur) mulai mengembangkan pemikiran Islam modern.
  • Era Orde Baru (1966–1998):
    • HMI berperan dalam gerakan mahasiswa 1966 yang mendorong turunnya Soekarno.
    • Banyak kader HMI masuk ke birokrasi dan politik (contoh: Akbar Tandjung, Din Syamsuddin).
  • Reformasi 1998:
    • HMI terlibat dalam gerakan reformasi yang menuntut demokratisasi.
  • Era Kontemporer:
    • Tetap fokus pada kaderisasi, kajian strategis, dan pengabdian masyarakat.