“Milad ke-59 Kohati dan KAHMI: Momentum Meneguhkan Peran Kader dan Alumni HMI”

21
Sep 2025
Kategori : Opini
Penerbit: Admin Infokom
Dilihat :128x

Kuala Tungkal – Peringatan Milad ke-59 Korps HMI-Wati (Kohati) dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menjadi ruang refleksi sekaligus ajang penguatan peran kader dan alumni dalam menatap tantangan kebangsaan.

Acara yang digelar dengan penuh khidmat ini dihadiri oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung Jabung Barat, alumni, serta simpatisan.

Dalam sambutannya, Ketua Kohati Cabang Tanjung Jabung Barat menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Kohati lahir sebagai bagian integral dari HMI yang konsisten memperjuangkan peran perempuan muslimah dalam dunia intelektual dan sosial. Di usia 59 tahun ini, kita diajak untuk terus melahirkan kader perempuan yang cerdas, kritis, dan berdaya saing, tanpa kehilangan identitas sebagai muslimah yang berakhlak,”tegasnya.

ementara itu, sambutan dari Korps Alumni HMI (KAHMI) yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal menegaskan bahwa alumni HMI tidak boleh melupakan akar perjuangan kaderisasi yang menjadi fondasi.

“KAHMI hadir bukan sekadar sebagai wadah alumni, tetapi sebagai mitra strategis bangsa. Dalam usia 59 tahun ini, KAHMI dituntut mampu memberi kontribusi nyata, baik dalam pemikiran, kebijakan, maupun pengabdian kepada masyarakat. Alumni harus menjadi penghubung antara idealisme kader HMI dengan realitas kebangsaan,” ujarnya.

Adapun Ketua Umum HMI Cabang Tanjab Barat dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa milad ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antara kader dan alumni.

“HMI adalah rumah besar yang melahirkan kader-kader bangsa. Kohati dan KAHMI menjadi dua pilar penting yang melengkapi peran tersebut. Milad ke-59 ini menjadi pengingat bahwa perjuangan kita belum selesai, kita harus terus mengawal umat dan bangsa, dari ruang kaderisasi hingga ruang publik,” katanya.

Acara milad ke-59 ini ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol kesyukuran dan tekad untuk menjaga nilai keislaman, kebangsaan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Kohati, HMI, dan KAHMI diharapkan semakin solid dalam menghadapi tantangan zaman dan terus melahirkan insan-insan terbaik bagi bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar