” Ulang Tahun Provinsi Jambi: Apa Yang Mau Kita Rayakan? “

8
Jan 2026
Kategori : Opini
Penerbit: Admin Infokom
Dilihat :140x

Ulang tahun ke-69 Provinsi Jambi seharusnya menjadi momentum refleksi bersama, bukan sekadar perayaan seremonial.

Enam puluh sembilan tahun adalah usia yang cukup matang bagi sebuah daerah untuk memastikan kesejahteraan warganya merata.

Namun realitas di lapangan justru memperlihatkan paradoks yang sulit diabaikan: di balik gemerlap perayaan, masih banyak wilayah di Jambi yang jauh dari kata sejahtera.


Di tengah kondisi defisit anggaran yang terus disampaikan kepada publik, pelaksanaan acara peringatan yang menghabiskan dana tidak sedikit patut dipertanyakan urgensinya.

Ketika pemerintah berbicara tentang efisiensi dan keterbatasan fiskal, masyarakat justru melihat anggaran tetap mengalir untuk seremoni, panggung hiburan, dan atribut perayaan.

Pertanyaannya sederhana: apakah ini benar-benar prioritas?
Di sisi lain, masih banyak kabupaten dan desa yang bergulat dengan persoalan mendasar.

Jalan rusak yang bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan, akses transportasi yang menyulitkan distribusi hasil pertanian, hingga layanan dasar yang belum sepenuhnya layak.

Bagi masyarakat di wilayah-wilayah ini, ulang tahun daerah bukanlah soal pesta, melainkan soal kapan negara benar-benar hadir.


Ironisnya, Jambi sering disebut sebagai daerah kaya sumber daya. Namun kekayaan itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyatnya.

Ketimpangan antarwilayah masih nyata, pembangunan belum terasa merata, dan narasi keberhasilan sering kali lebih dominan daripada pengakuan atas persoalan yang belum selesai.


Maka wajar jika publik bertanya: apa yang patut kita rayakan hari ini? Apakah usia yang bertambah, ataukah capaian kesejahteraan yang masih timpang? Apakah kemegahan perayaan, atau keberanian untuk jujur mengakui kekurangan dan membenahinya?


Seharusnya, peringatan hari jadi Jambi ke-69 menjadi ruang evaluasi menyeluruh,bukan hanya memotong tumpeng, tetapi memotong jarak ketimpangan.

Bukan sekadar merayakan usia, melainkan menegaskan komitmen bahwa pembangunan harus lebih adil, anggaran harus lebih berpihak, dan kesejahteraan harus menjadi inti dari setiap kebijakan.
Jika belum itu yang kita rasakan bersama, maka ulang tahun ini bukan tentang perayaan, melainkan pengingat keras bahwa pekerjaan rumah Jambi masih terlalu banyak untuk ditutupi oleh pesta.

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar