“Dari Kader Menjadi Pemimpin: Strategi Pembinaan Berkelanjutan dalam Membangun Organisasi Berkarakter “

22
Nov 2025
Penerbit: Admin Infokom
Dilihat :96x

Diskusi Perkaderan dan KepemimpinanTema: “Transformasi Kader Menjadi Pemimpin – Kolaborasi Komisariat dengan Pengurus Cabang dalam Membangun Organisasi Berkarakter”Pemateri: Khairul Umam, S.Pd.I (Ketua Umum HMI Tanjab Barat 2017–2018)

Dalam diskusi perkaderan dan kepemimpinan yang mengusung tema “Transformasi Kader Menjadi Pemimpin,” pemateri Khairul Umam menekankan pentingnya memahami pola perkaderan secara komprehensif.

Menurutnya, organisasi perlu menciptakan pola-pola baru yang adaptif atau memaksimalkan pola yang sudah ada selama masih relevan dengan kebutuhan zaman.

Beliau menjelaskan bahwa kaderisasi ideal hendaknya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Berikut tahapan pola kaderisasi yang disampaikan:

1. Follow Up Level Pertama (3 bulan pasca LK 1)Fokus pada pendalaman materi dasar LK 1 dengan memberikan pemahaman lanjutan terkait nilai-nilai perkaderan.

2. Bulanan ke-4 hingga ke-6Pelaksanaan pelatihan kursus yang mencakup:Protokoler Kesekretariatan

3. Tahapan Aktivitas Pembinaan Dilanjutkan dengan kegiatan yang membentuk karakter dan kepekaan sosial, seperti:Pengajian dan yasinan Kelompok belajar Aktivitas sosial dan kemasyarakatan

4. Pendalaman Pengetahuan Filosofis dan KeilmuanKader diarahkan untuk memahami dan mengkaji:Filsafat Barat dan TimurFilsafat ilmuPemikiran Islam dan logika

5. Penguatan KeislamanMelalui pembelajaran:Baca tulis Al-Qur’anIlmu sejarahBahasa ArabSerta kajian keislaman lainnya

6. Pendalaman Materi LanjutanMateri yang telah diperoleh diolah kembali secara mendalam untuk mempersiapkan kader mengikuti jenjang pelatihan yang lebih tinggi.

Khairul Umam menegaskan bahwa kader yang siap menjadi pemimpin bukan hanya mereka yang aktif mengikuti pelatihan, tetapi juga yang konsisten mengembangkan diri dan menjaga nilai-nilai organisasi.

Ia menutup dengan pesan bahwa “transformasi kader menjadi pemimpin bukan hanya soal intelektual, tetapi juga soal karakter dan kesinambungan proses.”

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar