“Klarifikasi Ketua Umum HMI: Kritik Harus Berbasis Fakta, Bukan Opini Sepihak”

27
Apr 2026
Kategori : Opini
Penerbit: Admin Infokom
Dilihat :349x

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung Jabung Barat menyampaikan sikap atas berbagai narasi yang berkembang di sejumlah media online yang menyebut bahwa HMI terkesan “senyap” dan menjauh dari rakyat.

Pertama, kami menegaskan bahwa setiap produk jurnalistik yang baik dan berimbang semestinya mengedepankan prinsip cover both sides.

Namun hingga saat ini, tidak ada satu pun konfirmasi yang disampaikan kepada kami selaku pengurus HMI Cabang Tanjung Jabung Barat.

Oleh karena itu, sebagai organisasi yang sah dan memiliki legitimasi, kami memiliki hak untuk memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tidak menyesatkan publik.

Kedua, tudingan bahwa HMI tidak lagi kritis dan tidak dekat dengan masyarakat adalah pernyataan yang tidak berdasar dan mengabaikan fakta-fakta di lapangan.

Perlu kami sampaikan bahwa: Dalam dua bulan terakhir, HMI telah menyuarakan aspirasi masyarakat terkait persoalan tegangan listrik yang rendah, yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat. (Baca: PLN Dinilai Abai)

Sebelumnya, HMI juga telah melaksanakan audiensi bersama DPRD Tanjung Jabung Barat, membahas persoalan pencemaran lingkungan serta penggunaan jalan oleh pihak tertentu yang meresahkan masyarakat. (Baca: HMI Bahas Isu Lingkungan)

Dalam forum tersebut, HMI secara tegas menyampaikan keresahan masyarakat dan mendorong adanya tindakan konkret dari pihak terkait.

Tidak hanya itu, HMI juga telah melakukan audiensi bersama Bappeda, membahas perencanaan pembangunan daerah, di mana kami menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan mengawasi jalannya pembangunan. (Baca: HMI Bahas Transparansi)

Masih banyak hal yang dilakukan oleh HMI sebagai upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat yang searah dengan tujuan HMI. Publik bisa mengakses laman hmitanjabbarat.id untuk membaca “apa yang sedang dilakukan HMI Tanjab Barat“. Meskipun tidak semua sempat tercatat di dalamnya, setidaknya bila kita benar-benar mencaritahu dan membaca fakta-faktanya, maka terlihatlah apa yang dilakukan oleh HMI.

Ketiga, kami ingin menegaskan bahwa HMI tetap konsisten berada di garis perjuangan sebagai organisasi kader dan organisasi perjuangan.

Tidak semua kerja-kerja advokasi harus selalu terekspos secara masif di media, karena yang paling utama adalah substansi perjuangan yang tetap berjalan.

Keempat, kami terbuka terhadap kritik sebagai bagian dari proses demokrasi. Namun kritik yang dibangun harus berbasis data, objektif, dan tidak menggiring opini yang dapat merusak kepercayaan publik tanpa dasar yang jelas dan tanpa konfirmasi kepada pihak terkait.

Terakhir, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan di Tanjung Jabung Barat. HMI akan tetap hadir sebagai mitra kritis pemerintah dan penyambung aspirasi rakyat, sesuai dengan khitah perjuangannya. HMI tidak pernah diam.

HMI tetap bergerak, meski tidak selalu bersuara di ruang publik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan komentar